Presiden LaLiga Javier Tebas mengecam keras wacana FIFA yang mempertimbangkan perluasan jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 tim pada edisi 2030 mendatang. Pria berusia 63 tahun tersebut menilai gagasan itu merusak industri sepak bola dan mengancam keberlangsungan kompetisi domestik.
Tebas Sebut FIFA Bertindak Tidak Bertanggung Jawab
Baca Juga
-
Andy Burnham Undang Donald Trump ke Manchester, Ini Sederet Tempat yang Bisa Dikunjungi
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengundang Presiden AS Donald Trump untuk berkunjung ke...
-
Arenga Lionel Messi Sebelum Final Piala Dunia 2026 Sorotan Fans Argentina
Pidato Lionel Messi sebelum laga final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol memicu keheranan dan...
-
Bursa Transfer Man United, Incar Manu Kone Hingga Nico Williams
Manchester United aktif di bursa transfer dengan membidik Manu Kone dan Nico Williams, sembari...
-
Daftar Ranking Pengamat Piala Dunia versi SPORTbible, Siapa Terbaik?
SPORTbible merilis daftar urutan 24 pengamat sepak bola selama Piala Dunia. Mantan kiper Inggris...
Dalam wawancara bersama La Gazzetta dello Sport pada Selasa, Tebas menegaskan bahwa menambah jumlah tim nasional tidak masuk akal. Menurutnya, industri sepak bola jauh lebih luas daripada sekadar turnamen yang berlangsung selama 40 hari.
"Mereka sedang menghancurkan industri sepak bola, sektor yang menciptakan puluhan ribu lapangan kerja, hanya demi acara yang berlangsung 40 hari dan cuma melibatkan sebagian kecil pemain," kata Tebas.
Ancaman Bagi Kompetisi Domestik dan Kalender Pemain
Tebas menekankan bahwa kompetisi domestik merupakan fondasi utama yang menghidupi olahraga ini. Ia mengingatkan FIFA agar lebih memperhatikan perlindungan terhadap klub dan liga lokal daripada terus menambah jumlah pertandingan.
"Kami telah berulang kali menyampaikan kekhawatiran mengenai jadwal kompetisi. Kami butuh lebih sedikit pertandingan tim nasional dan perlindungan yang lebih baik untuk sepak bola domestik di semua tingkatan. Mereka tidak menyadarinya dan mengambil keputusan secara tidak bertanggung jawab," ujarnya.
Sebut Era Gianni Infantino Sudah Berakhir
Wacana ekspansi 64 tim ini sebelumnya sempat disinggung Presiden FIFA Gianni Infantino untuk peringatan 100 tahun Piala Dunia pada 2030. Gagasan tersebut juga telah mendapat penolakan dari Presiden UEFA Aleksander Ceferin yang menganggapnya bukan ide bagus.
Gemas dengan kepemimpinan FIFA saat ini, Tebas bahkan menilai masa kepemimpinan Gianni Infantino sudah seharusnya usai. Ia mengkritik sistem internal FIFA yang dinilainya cacat sejak awal sehingga memungkinkan Infantino bertahan memimpin hingga satu dekade.