Bos LaLiga Tebas Semprot FIFA Soal Wacana Piala Dunia 64 Tim, Merusak Industri

Presiden LaLiga Javier Tebas memberikan kritik keras terhadap rencana ekspansi Piala Dunia FIFA.
Presiden LaLiga Javier Tebas memberikan kritik keras terhadap rencana ekspansi Piala Dunia FIFA.
Ringkasan: Presiden LaLiga Javier Tebas mengecam keras wacana FIFA memperluas Piala Dunia menjadi 64 tim karena dinilai merusak industri sepak bola lokal.

Presiden LaLiga Javier Tebas mengecam keras wacana FIFA yang mempertimbangkan perluasan jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 tim pada edisi 2030 mendatang. Pria berusia 63 tahun tersebut menilai gagasan itu merusak industri sepak bola dan mengancam keberlangsungan kompetisi domestik.

Tebas Sebut FIFA Bertindak Tidak Bertanggung Jawab

Baca Juga

Dalam wawancara bersama La Gazzetta dello Sport pada Selasa, Tebas menegaskan bahwa menambah jumlah tim nasional tidak masuk akal. Menurutnya, industri sepak bola jauh lebih luas daripada sekadar turnamen yang berlangsung selama 40 hari.

"Mereka sedang menghancurkan industri sepak bola, sektor yang menciptakan puluhan ribu lapangan kerja, hanya demi acara yang berlangsung 40 hari dan cuma melibatkan sebagian kecil pemain," kata Tebas.

Ancaman Bagi Kompetisi Domestik dan Kalender Pemain

Tebas menekankan bahwa kompetisi domestik merupakan fondasi utama yang menghidupi olahraga ini. Ia mengingatkan FIFA agar lebih memperhatikan perlindungan terhadap klub dan liga lokal daripada terus menambah jumlah pertandingan.

"Kami telah berulang kali menyampaikan kekhawatiran mengenai jadwal kompetisi. Kami butuh lebih sedikit pertandingan tim nasional dan perlindungan yang lebih baik untuk sepak bola domestik di semua tingkatan. Mereka tidak menyadarinya dan mengambil keputusan secara tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Sebut Era Gianni Infantino Sudah Berakhir

Wacana ekspansi 64 tim ini sebelumnya sempat disinggung Presiden FIFA Gianni Infantino untuk peringatan 100 tahun Piala Dunia pada 2030. Gagasan tersebut juga telah mendapat penolakan dari Presiden UEFA Aleksander Ceferin yang menganggapnya bukan ide bagus.

Gemas dengan kepemimpinan FIFA saat ini, Tebas bahkan menilai masa kepemimpinan Gianni Infantino sudah seharusnya usai. Ia mengkritik sistem internal FIFA yang dinilainya cacat sejak awal sehingga memungkinkan Infantino bertahan memimpin hingga satu dekade.