FIFA mengklarifikasi kekeliruan data yang mencatat gelandang Argentina Leandro Paredes menerima kartu merah setelah laga final Piala Dunia di New Jersey. Induk organisasi sepak bola dunia tersebut terpaksa menghapus catatan tersebut dari sistem informasi komentator karena tidak ada hukuman pengusiran dari wasit.
Kekeliruan Data dalam Sistem FIFA
Baca Juga
-
Andy Burnham Undang Donald Trump ke Manchester, Ini Sederet Tempat yang Bisa Dikunjungi
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengundang Presiden AS Donald Trump untuk berkunjung ke...
-
Arenga Lionel Messi Sebelum Final Piala Dunia 2026 Sorotan Fans Argentina
Pidato Lionel Messi sebelum laga final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol memicu keheranan dan...
-
Emiliano Martinez Isyaratkan Pensiun dari Timnas Argentina
Kiper Argentina Emiliano Martinez mengisyaratkan bakal pensiun dari tim nasional usai kekalahan...
-
Geger Cristiano Ronaldo Like Video Sebut FIFA Bantu Argentina di Piala Dunia
Akun Instagram Cristiano Ronaldo menyukai video kontroversial yang menuding FIFA membantu...
Kericuhan sempat pecah setelah peluit panjang berbunyi dalam laga yang dimenangkan Spanyol lewat gol tunggal Ferran Torres di babak perpanjangan waktu. Kamera menangkap aksi emosional Paredes yang mendorong Eric Garcia serta melayangkan pukulan ke arah Gavi.
Meski insiden tersebut memicu dugaan adanya kartu merah, jurnalis BBC Dale Johnson mengonfirmasi bahwa wasit Slavko Vincic tidak mengeluarkan kartu merah untuk Paredes. Sistem informasi FIFA sempat keliru menampilkan informasi pengusiran tersebut sebelum akhirnya dihapus.
Penyelidikan Disiplin dan Potensi Sanksi
FIFA kini telah membuka penyelidikan resmi terkait kericuhan seusai pertandingan yang juga melibatkan pemain serta staf Argentina lainnya. Nahuel Molina terekam memukul Rodri, sementara asisten pelatih Roberto Ayala terlihat memukul Dani Olmo.
Komite Disiplin FIFA menunjuk jaksa untuk menganalisis dugaan pelanggaran Pasal 13 dan 14 Kode Disiplin FIFA. Pihak yang terbukti melakukan tindakan kekerasan terancam sanksi larangan bertanding minimal tiga laga bersama tim nasional.